Polisi Buru Pengirim 7 Paket Berisi Tawas Dikira Sabu

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Hamidin.

 

bahasapoker.com – Kapolda Sulsel Irjen Polisi Hamidin mengatakan, ada pihak yang mencoba uji kinerja polisi dengan mengirim tawas yang semula diduga sabu masuk ke wilayah Sulsel.Ada dua kemungkinan, memang ada orang yang kirim tawas atau ada orang yang lagi mencoba bagaimana kinerja polisi karena mungkin mereka ingin memasukkan barang lain, barang yang asli sehingga konsentrasi kita terpecah,” kata Hamidin saat ditemui di depan gedung Nahdlatul Ulama ( NU) Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar usai bersilaturahmi dengan pengurus NU, Selasa (12/3), di sinyalir oleh surgaQQ.org

Tapi apapun namanya, kata Hamidin, memang polisi harus setiap saat siap siaga, melakukan pengawasan di daerah pintu-pintu masuk yang diduga jadi sumbernya narkoba.

Meskipun paket ini ternyata tawas bukan sabu, kita tetap akan selidiki, kita akan mencari siapa yang mengirimnya, untuk siapa, dari mana sumber barang itu, untuk apa diedar, dikirim, tandas Hamidin.

Sebelumnya, tujuh kilogram paket berwarna cokelat diamankan anggota Polres Sidrap, Sulawesi Selatan. Tangkapan ini pengembangan dari kasus ditangani Polres Nunukan, Kalimantan Utara, yang tadinya disebut-sebut narkoba jenis sabu ternyata tawas.

Peristiwa ini bikin heboh karena sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Badollahi telah merilis bersama timnya soal tangkapan tujuh paket tersebut dan mengemuka di pemberitaan sejak, Senin (11/3) kemarin.

Kapolres Sidrap, AKBP Budi Mulyono menjelaskan, awalnya Polres Nunukan menyita 8 kilogram sabu dan mengamankan dua orang pelaku. Kedua pelaku mengaku kalau ada pesanan dikirim ke Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Inilah yang kita kembangkan dan akhirnya didapatilah 7 paket itu temuan warga di tepi jalan Desa Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Senin siang kemarin, kata Budi dikonfirmasi, Selasa (12/3).

Budi berdalih kekeliruan itu karena pihaknya kemarin masih menduga tujuh paket itu adalah sabu. Namun, dia menyebut media dalam pemberitaannya menulis paket tersebut adalah sabu. Menurut dia, tujuh paket itu sendiri kini sudah ada di Labfor Polda Sulsel untuk uji lebih lanjut.

Ternyata yang dikira sabu itu adalah tawas karena pengakuan dari dua pelaku yang diamankan di Nunukan itu bahwa itu tawas bukan sabu. Tawas yang pengirimannya dicampur dengan bawang merah dalam dua ember. Tapi lebih pastinya, ditunggu hasil uji laboratorium karena tujuh paket itu kini di Labfor Polda Sulsel, silahkan dicek, kata Budi.

 

Editor: Siti Halimah
Sumber : merdeka com
www.facebook.com/AnekaBeritaTerbaik/

 

 

BACA BERITA LAIN :

Ada Ledakan Bom di Sibolga, Jokowi Tetap Kunjungi Sumut Pekan Ini

 

 

BERIKAN KOMENTAR VIDEO INI :

 

 

JASA IKLAN :

Leave a Reply

%d bloggers like this: