Kota Lama Semarang Jadi Lokasi Syuting Film The East Indies

Para crew film The East Indies sedang mengambil gambar di kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini.

 

bahasapoker.com – Eksotisme kawasan Kota Lama menarik para sineas untuk menjadikannya sebagai lokasi syuting film. Tidak hanya film garapan dalam negeri, sejumlah sutradara asing juga kerap menggunakan kawasan Kota Lama Semarang sebagai tempat pengambilan gambar adegan filmnya, di sinyalir oleh surgaQQ.org

Terbaru, sutradara asal Belanda melakukan syuting film di Kota Lama. Film berjudul The East Indies tersebut nantinya akan tayang di sejumlah bioskop luar negeri. Film The East Indies merupakan garapan antara PT Shantika Alternatif Komunikatama (Salto) Films Jakarta dengan New Amsterdam Films Company Belanda.

Location Manager, Agus Santoso mengatakan, The East Indies merupakan film cerita dengan setting peristiwa pasca perang dunia II (1946). Menurutnya, film tersebut menceritakan tentang para serdadu Belanda bernama Johan yang dikirim untuk berperang merebut kembali Hindia Belanda dari tangan para pejuang nasionalis.

Namun, di tengah perjalanan tugasnya, tokoh utama menganggap cara-cara yang dilakukan oleh komandannya dalam menghadapi pejuang nasionalis sangatlah tidak biasa. “Banyak yang dihukum mati tanpa pengadilan atas nama Sang Ratu,” jelas Agus.

Hal tersebut, imbuhnya, mengubah secara drastis cara pandang Johan dan kawan-kawannya hingga akhirnya mereka dicap sebagai pembelot. Karena hal itu, lanjutnya, memaksa mereka untuk berjuang bertahan hidup dari buruan sang komandan.

Agus menambahkan, sejauh ini Salto Films telah memproduksi film-film Indonesia peraih banyak penghargaan. Antara lain Sang Penari (2011), yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Aktris Utama Terbaik di Festival Film Indonesia 2011. “Film Sang Penari juga menjadi wakil resmi Indonesia untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik di ajang Academy Awards 2012,” ujarnya.

Selain itu, pernah juga menggarap film The Photograph karya Nan Achnas, salah satu sutradara perempuan terbaik Indonesia, yang memenangkan Special Jury Prize dan Ecumenical Jury Award di Karlovy Vary International Film Festival 2008. “Ada pula film-film lainnya, seperti Pasir Berbisik (2001), Banyu Biru (2005), dan Garuda di Dadaku (2009),” paparnya.

Dalam kesempatan lain, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memang mendorong Kota Semarang sebagai lokasi pengambilan film oleh para sineas Tanah Air dan mancanegara. Tercatat, sejumlah film pernah mengambil lokasi syuting di Kota Semarang, seperti Soekarno, Wage, Sang Kiai, Kukejar Cinta ke Negeri Cina, Rembulan Tenggelam di Wajahmu dan sebagainya.

“Saya tentu sangat senang Kota Semarang banyak dipilih oleh sineas perfilman sebagai lokasi pengambilan gambar. Film dengan latar belakang Kota Semarang dapat menjadi alat promosi yang sangat baik bagi kota ini,” tegasnya.

 

Editor: Siti Halimah
Sumber : merdeka com
www.facebook.com/AnekaBeritaTerbaik/

 

 

BACA BERITA LAIN :

Kylie Jenner Cetak Sejarah di Daftar Orang Terkaya Forbes 2019

 

 

BERIKAN KOMENTAR VIDEO INI :

 

 

JASA IKLAN :

Leave a Reply

%d bloggers like this: